Download the Exclusive Bali Art Guide Map
Perjalanan seni saya berawal dari gambar realis, sebuah proses yang melatih kepekaan teknik untuk menangkap objek secara akurat. Fondasi ini membentuk fleksibilitas kerja saya sekarang, di mana saya bisa merangkul berbagai macam aliran dan mengeksplorasi beragam media. Bagi saya, setiap media memiliki karakter unik yang dapat memperkuat penyampaian sebuah gagasan visual.Meskipun terbuka pada banyak gaya, nilai terdalam dari kekaryaan saya berakar pada ekspresionisme. Di sinilah konsep seni beralih dari sekadar merekam apa yang terlihat oleh mata, menjadi upaya menangkap esensi emosi dan respons terhadap realitas. Lewat goresan yang spontan dan distorsi bentuk, saya ingin menghadirkan dialog visual yang jujur, mentah, dan mampu menyentuh sisi intuitif penikmatnya.
Mujibur Rahman adalah seorang perupa kontemporer kelahiran 9 September 1990. Ia menempuh jalur akademik formal yang mendalam dengan menyelesaikan studi Pascasarjana di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Latar belakang akademis di kota budaya tersebut turut memperkaya perspektif konseptual dan nilai-nilai filosofis di dalam setiap proses penciptaan karyanya.Memulai perjalanan artistiknya dari disiplin gambar realis, Mujibur Rahman mengasah ketajaman teknik visual dan kontrol bentuk yang matang. Fondasi teknis yang kuat ini kemudian membentuk adaptabilitas yang tinggi, memungkinkannya untuk mengeksplorasi berbagai macam aliran seni dan merangkul beragam media tanpa batas. Namun, dalam perkembangan kekaryaan selanjutnya, ia menemukan muara terdalamnya pada aliran ekspresionisme. Melalui sapuan warna yang berani, goresan yang spontan, dan distorsi bentuk, ia mengalihkan fokus karyanya dari sekadar merekam realitas fisik objek menjadi sebuah medium untuk menangkap esensi emosi dan merespons realitas batin yang jujur. Saat ini, ia aktif berkarya dan berpameran lintas kota, mempertemukan gagasan visualnya dengan publik seni yang lebih luas.
Style:
Perjalanan seni saya dimulai dari detail gambar realis dan imajinasi animasi sejak kecil. Kini, saya bergerak melintasi berbagai media dan teknik, namun ekspresionisme tetap menjadi jantung dari karya saya—tempat di mana saya bebas mendistorsi bentuk demi menyampaikan kedalaman pengalaman dan nilai dari karya saya.
Mediums:
Traditional - Acrylic, Traditional - Oil, Traditional - Watercolour, Traditional - Drawing, Traditional - Multimedia
Yogyakarta (Jogja National Museum / JNM)
2017: ARTJOG 10: Changing Perspective – Jogja National Museum
2018: ARTJOG 11: Enlightenment – Jogja National Museum2019: ARTJOG MMXIX: Arts in Common - Common|Space – Jogja National Museum
2022: ARTJOG MMXXII: Arts in Common - Expanding Awareness – Jogja National Museum
2023: ARTJOG MMXXIII: Motif - Lamaran – Jogja National Museum
2024: Pameran Seni Kontemporer "TABON" – Jogja National Museum
Surabaya
2018: Pameran Seni Rupa Jawa Timur "Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI)" – JX International, Surabaya
2019: Surabaya Art Exhibition: Menembus Batas – Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS)
2021: Pameran Bersama Seni Rupa "Rona Sembako" – Galeri Balai Pemuda, Surabaya
2023: Surabaya Biennial: Meniti Arus visual – kompleks Alun-Alun Balai Pemuda, Surabaya
2024: ARTSUBS
2024: Ways of Dreaming – Pos Bloc Surabaya
2025: ARTSUBS
2025: Barometer Kontemporer – Kompleks Balai Pemuda, Surabaya
Probolinggo
2019: Pameran Seni Lukis Dekapro "Expo Pembangunan Visit to Kraksaan (ViTok)" – Alun-Alun Kraksaan, Kabupaten Probolinggo
2020: Pameran Rupa Kolektif Dewan Kesenian Probolinggo – Kraksaan, Probolinggo
2022: Pameran Seni Budaya Lokal "Bentang Rupa" – Probolinggo
2023: Pameran Seni Rupa Kontemporer "Praba Rupa" – Gedung Kesenian Kota Probolinggo
2024: Pameran Seni Rupa "Gelar Apresiasi Seni Budaya" – Gedung Kesenian Kota Probolinggo
2025: Pameran Seni Gerakan "Jayesa" (Jelajah Seni Budaya) – Probolinggo.
To see more artworks or contact the artist, visit their links below