Download the Exclusive Bali Art Guide Map
Painting is the only space where I find the purest inner comfort. I once studied woodcarving (memandil) and held a profession in the tourism sector, but it is only before the canvas that I feel truly free and at peace. Here, I am not working, but rather pouring a world that is already whole onto the canvas.
My artistic journey began under the influence of my family environment and my ancestors, who were also painters. The folklores and mythologies they shared while painting transformed mythology from being merely a thing of the past into the foundation of my imagination, allowing me to draw sketch lines with a vision already perfectly mapped in my mind—from composition to color. My hand is merely an instrument that follows that vision without the slightest doubt.
Through the Batuan style technique, I blend the influences of my teachers and ancestors: I Wayan Taweng, I Ketut Tonblos, I Wayan Bendi, and I Wayan Rugri. I absorb the concepts of fineness, boldness, coloring, and the puppet tradition, synthesizing them into my own style with a character of lines and colors that is personally my own. My mission is to prove that traditional Batuan painting can stand equal to the onslaught of modern styles. To me, tradition is a flexible identity—capable of joking with the times and remaining relevant in recording every event of world historyArtist Statement
Melukis adalah satu-satunya ruang di mana saya menemukan kenyamanan batin yang paling murni. Saya pernah belajar memahat kayu (memandil) dan menjalani profesi di sektor pariwisata, namun hanya di hadapan kanvas lah saya merasa benar-benar bebas dan tenang. Di sini, saya bukan sedang bekerja, melainkan sedang menuangkan sebuah dunia yang utuh ke atas kanvas.
Perjalanan artistik saya dimulai dari pengaruh lingkungan keluarga dan leluhur saya yang juga pelukis. Cerita rakyat dan mitologi yang mereka ceritakan ketika melukis, menjadikan mitologi bukan sekadar masa lalu, melainkan fondasi imajinasi yang memungkinkan saya menarik garis sketsa dengan visi yang sudah terpeta sempurna di benak saya—mulai dari komposisi hingga warna. Tangan saya hanyalah instrumen yang mengikuti visi tersebut tanpa sedikitpun keraguan.
Melalui teknik gaya Batuan, saya meracik pengaruh guru sekaligus leluhur saya yaitu I Wayan Taweng, I Ketut Tonblos, I Wayan Bendi, dan I Wayan Rugri. Saya menyerap konsep kehalusan, keberanian, pewarnaan dan ketradisian pewayangan, untuk meraciknya menjadi gaya saya sendiri dengan kekhasan garis dan warna yang mempribadi. Misi saya adalah membuktikan bahwa lukisan tradisi Batuan mampu berdiri sejajar dengan gempuran gaya modern. Tradisi bagi saya adalah identitas yang lentur—mampu bercanda dengan zaman dan tetap relevan dalam merekam setiap peristiwa sejarah dunia
Style: Traditional Balinese, Batuan Style - Intangible Cultural Heritage of Indonesia
Mediums: Chinese Ink & Acrylic
2008 - Jakarta Art Award Nominee
2008 - Penghargaan Lukisan Terbaik dalam Jakarta Award
2008 - Pesta Puri Gurauom Batuan, Keajaiban Kliki - Gedung CSIS, Jakarta
2009 - Pita Prada (The Golden Creativity)
2009 - Siyu Taksu
2009 - Biennale Seni Lukis Tradisional Bali #1 - 2009
2010 - Jakarta Art Award - Nominee
2010 - Kehadiran Kembali - Tangkas Galeri
2011 - Titik Magis - Galeri Nasional Indonesia, Jakarta
2011 - UOB (Painting of The Year Competition) Finalist
2012 - UOB (Painting of The Year Competition) Finalist
2012 - Bali Maha Sani - The Exquisite Bali
2012 - Museum Batuan
2012 - Jakarta Art Award Nominee
2012 - Group Exhibition - Arma Museum & Resort, Bali
2013 - Balinese Painting Exhibition - Museum Puri Lukisan, Ubud Bali
2013 - UOB (Painting of The Year Competition) Finalist
2014 - UOB (Painting of The Year Competition) Finalist
2014 - Jakarta Art Award - Nominee
2015 - The Paintings of Batuan "WOW" - Museum Puri Lukisan, Ubud Bali
2015 - Pameran Bersama "Saraswati" - Konsulat Indonesia in New York and Washington DC, U.S.A
2016 - Balinese Traditional Contemporary Painting Keliki Batuan - Galeri Hadi Prana, Jakarta
2018 - "Spirit Potret" Pameran Temporer - Museum Basoeki Abdullah
2018 - Endih Baturan - Pesta Kesenian Bali XL - Denpasar Bali
2024 - A Tribute to I Nyoman Ngendon - ARMA Museum & Resort, Ubud
To see more artworks or contact the artist, visit their links below